Legenda Buana
,,sebuah legenda tentang buana,,
Reblogged from fuadfros on 12-01-2013

likeafieldmouse:

Birge Harrison - Fifth Avenue at Twilight (1910)

likeafieldmouse:

Birge Harrison - Fifth Avenue at Twilight (1910)

(Source: likeafieldmouse)

    Reblogged from irvansihombing on 06-01-2013

    Ujung Tombak: Jean-Jacques Rousseau: Discourse on Inequality

    irvansihombing:

    Response Paper XII:

    Jean-Jacques Rousseau: Discourse on Inequality

    Introduction to Political Theory

    Irvan Liberty Williams (212122011)

    Mahasiswa Pasca Sarjana Program School of Communication-Political Paramadina

    Jean-Jacques Rousseau (28 Juni 1712 – 2 Juli 1778) adalah filsuf…

    Gw ga sepaham bahwa asal mulanya ketidaksetaraan adalah properti. Pada masa JJ Rousseau, tuan tanah tengah merajalela dan dia mengambil contoh properti seperti tanah. Bagi gw yg dimaksud Rousseau dengan asal mula ketidaksetaraan adalah kepemilikan atas sesuatu yang menciptakan kekuasaan.

      06-01-2013

      Ingatkah Budiman Sudjatmiko?

      Ingatkah Budiman Sudjatmiko atas Kasus Penghilangan Paksa Aktivis Pro Demokrasi 1997-1998?
      Ingatkah Budiman Sudjatmiko dengan kawan-kawan seperjuangannya seperti Suyat, Petrus Bimo Anugerah, Wiji Thukul yang hingga kini tak diketahui keberadaannya?
      Ingatkah Budiman Sudjatmiko atas pidato pembelaannya saat diadili oleh Pengadilan Orde Baru yang berisi, “Aku menjadi saksi atas penderitaan rakyatku yang tengah berjuang, dan akan kubawa kesaksian itu sampai ke pembebasannya”?

      Budiman Sudjatmiko yang saya sebut adalah tokoh sentral yang mendeklarasikan Partai Rakyat Demokratik (PRD) pada 1996 silam. Oleh pemerintah Orde Baru, Budiman ditetapkan sebagai tersangka Peristiwa 27 Juli 1996 dan divonis 13 tahun penjara. Namun, ia hanya menjalani hukuman selama 3,5 tahun lantaran Presiden (alm) Abdurrahman Wahid alias Gus Dur memberinya amnesti pada 1999 silam. Pada akhir 2004, Budiman bergabung dengan PDI Perjuangan. Dan, sejak 2009 lalu ia menjadi anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII: Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap.

      Seperti halnya Budiman, cukup banyak para aktivis pro demokrasi yang menumbangkan rezim Orde Baru dan melahirkan Reformasi, kini dekat dengan kekuasaan. Ada Andi Arief yang merupakan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana yang dulunya pernah menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fisip UGM 1993-1998 dan Ketua Umum Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi Cabang Yogyakarta tahun 1996. Andi Arief juga pernah diculik oleh Komando Pasukan Khusus yang dipimpin Prabowo Subianto lantaran aktivitasnya yang dinilai mengusik pemerintah ketika itu.

      Adapula, Pius Lustrilanang yang diculik oleh Komando Pasukan Khusus yang dipimpin Prabowo Subianto pada 2 Februari 1998 dan kini justru bergabung dengan partai yang dipimpin Prabowo Subianto, Gerindra.

      Sebetulnya, masih banyak lagi aktivis 1998 yang kini dekat dengan kekuasaan dan seakan melupakan perjuangan di masa lalu.

      Beberapa waktu lalu, salah satu staf Andi Arief, berinisial WAP, yang dulunya aktivis 1998 diberitakan terkena Razia Narkoba Polda Bengkulu. Iseng, saya hubungi senior kampus yang dekat dengan mas WAP ini. Senior saya bilang, “Bohong itu. Dijebak lawan politik.”

      Entah iya, entah nggak. Saya ingat omongan senior saya itu dulu ketika tahu kawan-kawan Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta (FKSMJ) masuk dalam kekuasaan. “Mereka yang masuk dalam kekuasaan enggak akan idealis lagi. Enggak mungkin mengubah pemerintah yang busuk dengan masuk ke dalam pemerintahan itu,” kata dia.

      Bagi saya, politik itu sarat akan kepentingan. Politik itu bagai lumpur kotor. Ketika kita masuk ke dalam kubangan lumpur kotor, dengan sendirinya kita akan menjadi kotor.

      Apakah Budiman Sudjatmiko ingat pidato pembelaannya saat diadili oleh Pengadilan Orde Baru, “Aku menjadi saksi atas penderitaan rakyatku yang tengah berjuang, dan akan kubawa kesaksian itu sampai ke pembebasannya”?
      Mungkin ingat, tapi rakyat masih menderita.

      Apakah Andi Arief dan Pius Lustrilanang ingat siksaan yang mereka terima ketika diculik? Siksaan yang melanggar nilai-nilai kemanusiaan?
      Mungkin ingat, tapi hak asasi manusia masih banyak dilanggar. Pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu hanya sekedar lukisan kelam yang sepatutnya ditutupi tudung putih. Hanya dibuka apabila dibutuhkan saat kampanye. Setelah itu, ditutup kembali.

      Mengutip tulisan Mugiyanto berjudul ‘Katakan, Dimana Mereka? Tentang Pengharapan dan Perjuangan’ dalam buku ‘Saatnya Korban Bicara: Menata Derap Merajut Langkah’ :
      Suyatno, kakak Suyat, orang desa yang kesehariannya menjadi tukang kayu nun jauh di sana di Gemolong, Sragen, Jawa Tengah selalu mengatakan, “Kalau tidak karena Suyat, tidak mungkin Gus Dur, Mega, dan SBY menjadi presiden.”

      Tambahan dari saya: “Kalau tidak diculik, Budiman, Andi Arief, dan Pius tidak akan dekat dengan kekuasaan.”

        02-01-2013

        Percikan

        Menulis. Agak bingung memulainya. Hemmmm…

        Hemmmm…

        Okay..

        Kita mulai.

        Mungkin menurun dari si Papah yang penulis fiksi dan mantan jurnalis, menulis itu seperti sudah mendarah-daging. Bahkan, kerja saya pun sekarang juga berkaitan dengan dunia tulis-menulis. Jurnalis, seperti si Papah juga. Tapi, menulis untuk kerja dan blog itu amat sangat berbeda.
        Menulis untuk kerja itu kewajiban. Karena, saya dibayar untuk itu. Tapi, menulis untuk blog itu rasanyaaaaa…malas. Ide cukup banyak. Ingin menulis fiksi, menulis soal hak asasi manusia, menulis soal sifat-sifat manusia yang unik-unik. Tapi..selalu ada kata ‘Tapi’.
        Mengutip twit rekan kerja, @AyomiAmindoni :Mari belajar menghilangkan “tapi..”
        Si Papah pernah bilang, “Kalau mau rutin nulis, sediakan waktu satu-dua jam setiap hari.”
        Dulu, ketika saya masih SD sekitar 2-3 tahun si Papah sempat tidak bekerja. Beliau fokus pada dunia sastra ketika itu. Karena, kebutuhan bulanan tidak dapat distop. Si Papah setiap selesai shalat Subuh sampai jam7 pagi selalu menulis sastra. Entah cerpen atau puisi. Terkadang, esai. Hasil tulisannya pun hadir setiap pekan di koran-koran nasional seperti Kompas, Media Indonesia, dan sebagainya. Kebutuhan bulanan pun tercukupi dari tulisan yang diketik mesin tik Papah setiap hari itu. “Tidak cuma uang yang didapat. Tapi, nama kita dikenal pembaca dan diperhitungkan di dunia sastra. Perbendaharaan kata kita makin banyak dan tulisan kita makin matang,” terang si Papah.
        “Kamu kan setiap hari menulis berita yang memaparkan fakta. Menulis di blog atau fiksi itu melatih kamu menulis opini kamu karena menulis berita tidak boleh beropini,” kata si Papah lagi.
        Menurut saya, menulis juga merupakan terapi bagi emosi yang meledak-ledak.
        Hemmmmm…

        Sepertinya, saya harus mulai membiasakan diri dengan menulis.

          14-02-2012

          no pre-wedding photo
just pre-wedding painting
photo by: @jengsoes

          no pre-wedding photo

          just pre-wedding painting

          photo by: @jengsoes

            14-02-2012

            Wedding Day : Saturday, February 11th 2012 at 11.00 am
Covenant Marriage : Saturday, February 11th 2012 at 09.00 am
Photo by @jengsoes

            Wedding Day : Saturday, February 11th 2012 at 11.00 am

            Covenant Marriage : Saturday, February 11th 2012 at 09.00 am

            Photo by @jengsoes

              23-09-2011

              Romantisme Semu

              Saya menyebutnya demikian. Rayu-merayu. Gombal-Menggombal. Sedikit kecupan ringan. Atau beberapa kali kecup basah. Tapi…tak ada ikatan. Yang ada hanya rasa nyaman dan ketika melakukannya ada debaran yang memicu adrenaline. Berputar. Dan, menghilang.

              Jakarta, 18 September 2011

                Reblogged from kristianviaduct on 07-09-2011

                Indonesia adalah negara ketiga yang paling berdemokrasi dan menghormati Hak Asasi Manusia. SBY bangga akan hal itu. Tapi, mana buktinya? hari ini yang terjadi didepan Istana Negara adalah bukti yang paling jelas seperti apa Indonesia dan pemerintah Indonesia sesungguhnya.

                  Reblogged from aftermidnite on 06-09-2011

                  Bagi saya, Munir dibunuh hanya karena berani mengkritik pemerintah dan militer.
aftermidnite:

Munir (December, 8 1965 - September, 7 2004)
Killed by no one.
So they said.

                  Bagi saya, Munir dibunuh hanya karena berani mengkritik pemerintah dan militer.

                  aftermidnite:

                  Munir (December, 8 1965 - September, 7 2004)

                  Killed by no one.

                  So they said.

                    06-09-2011

                    "If you want to be happy, be"
                    -Lev Nikolayevich Tolstoy, Russian Writer
                      Theme by xinchun. | Powered by Tumblr.